journal

Designing and evaluating E-learning in higher education: a review and recommendations.: An article from: Journal of Leadership & Organizational Studies

Product Description
This digital document is an article from Journal of Leadership & Organizational Studies, published by Baker College System – Center for Graduate Studies on January 1, 2005. The length of the article is 6206 words. The page length shown above is based on a typical 300-word page. The article is delivered in HTML format and is available in your Amazon.com Digital Locker immediately after purchase. You can view it with any web browser.

Citation DetailsMore >>

Designing and evaluating E-learning in higher education: a review and recommendations.: An article from: Journal of Leadership & Organizational Studies

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Related posts

Thomas R. Cutler Manufacturing Journalist Profiles Elearning in the Insider

Thomas R. Cutler Manufacturing Journalist Profiles Elearning in the Insider
In the current issue of The Insider, by AS411 (www.as411.com) leading manufacturing journalist, Thomas R. Cutler profiles the importance and changing role of e-Learning.            e-Learning has taken on increasing importance as most companies have global operations.  Like franchise operations manuals that ensure a Big Mac is prepared consistently worldwide, e-learning allows the nature of global operations to  achieve standardization.  According to Six Sigma Master Black Belt Training and Instructional Design expert, Diane Lippman, “Adult learners prefer a menu of options in learning methodology.  ILT (instructor lead training), e-learning or CBT (computer based training; WBT (web-based training, such as WebEx), and m-learning (mobile learning), each have traits and characteristics that will facilitate learning and foster an environment of adoption and compliance when training is mandatory.

Part of a Cultural Change

Until recently companies brought in Six Sigma consultants and used a significant amount of staff time to conduct training.  There was often resentment because while this training occurred, staff was still expected to complete all usual functions and meet responsibilities and deadlines. According to Lippman, “One of the biggest obstacles of Six Sigma or Lean is the cultural hurdle.  As part of the change management strategy, e-Learning orientation can be a tool in the arsenal to bridge the awareness and orientation gaps.”

e-learning Gains to Justify Training ROI

The cost of training, the logistics of bringing trainers in house, learner travel costs and down time; site planning and costs, all have a fairly high cost component.   The demand for e-Learning is  increasing rapidly because compared to onsite training; the costs is often less and the ability to provide a customizable solution that suits the company culture and approach is achieved more readily and drives better bottom-line impact.  Most importantly, the company owns the training, allowing a more successful knowledge transfer.

Measuring is always the key

The core concept of Lean, Six Sigma, and Lean Six Sigma is the ability to measure process improvement.  e-Learning utilizes quizzes and assessments built into the online courseware.  Lippman noted, “Data can be measure through the Learning Management Systems (LMS) which allows for assessment of both training content analysis as well as the ability to quantify learner comprehension and subsequent application.”  Prerequisites and mastery level courses may be required before a (perhaps a passing grade of 80% or better can be established before the next course or lesson can be taken.)

Training web resources provide easy-to-use, self-paced educational tools for everyone who needs an introduction to standards and conformity assessment activities. e-Learning content highlights the value and importance of standards and compliance programs in the U.S. and around the globe. By taking e-courses and exploring related educational resources and employees gain a strong understanding of key organizational metrics and processes.

About TR Cutler, Inc.:

TR Cutler, Inc. was founded by Thomas R. Cutler almost a decade ago. Cutler maintains extraordinary relationships with clients, journalists, editors, trendsetters, and key business leaders worldwide and has become a key resource for those writing about the manufacturing sector. Cutler founded the Manufacturing Media Consortium™ in the 1999. This extraordinary group of more than 3400 journalists worldwide is writing about trends, data, case studies, profiles, and features in the manufacturing and industrial sector. Cutler has worked with thousands of media outlets to expand manufacturing media coverage.  Cutler has authored more than 2,000 articles for a wide range of manufacturing periodicals, industrial publications, and business journals including most of the leading monthly trade publications.

Cutler established a Manufacturing Marketing Research division dedicated to measuring the pulse of the manufacturing sector, particularly manufacturing firms which are privately held and rarely accounted for when gauging the industry sentiment.  TR Cutler, Inc. provides a voice for manufacturers worldwide.

TR Cutler, Inc.

www.trcutlerinc.com

Thomas Cutler

trcutler@trcutlerinc.com

888-902-0300

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related posts

Internet dan Pendidikan: Indonesia

Internet dan Pendidikan: Indonesia
Saat ini kita berada pada zaman dimana kita harus bergerak secepat kilat jika kita ingin terus berada pada arus zaman. Segala sesuatunya berubah setiap kali matahari terbit dan tenggelam. Hari esok datang dengan berjuta perkembangan dan hal-hal baru. Begitu halnya teknologi. Teknologi diadaptasikan pada segala aspek kehidupan, membuat hidup jadi lebih mudah dan menarik. Teknologi pun sedemikian rupa diaplikasikan untuk dunia pendidikan. Bagi yang berpendapat bahwa pendidikan online akan berkembang dikemudian hari, mungkin Anda telah ketinggalan kereta, pendidikan online, telah berkembang sedemikian rupa disaat sekarang ini.

Pendidikan Online, Disaat Sekarang dan Disaat Mendatang
Belakangan, banyak sekolah, universitas dan institusi pendidikan lainnya yang menawarkan pendidikan jarak jauh via internet. Bahkan, beberapa dari mereka hanya menawarkan pendidikan online, dan menjadi institusi virtual. Kitapun sekarang bisa menemukan dengan mudah berbagai situs pendukung pendidikan online. Ada yang menawarkan meeting place, video conference, bahkan sebuah kelas virtual, lengkap dengan video dan audio. Contohnya WiZiQ, dimana siapapun bisa mengajar dan belajar apapun, hanya dengan sign up, atur jadwal sesi, pilih sesi yang kita inginkan, dan gunakan kelas virtualnya. Jadi jelas, pendidikan online bukan merupakan masa depan lagi, tapi merupakan masa kini.

Kenapa Kelas Virtual Online?
Integrasi pendidikan online memberikan manfaat lebih dibanding kelas tradisional. Melalui kelas virtual, kita tetap bisa berhubungan langsung dengan pengajar, berdiskusi, memberikan komentar, penjelasan atau semua jenis aktivitas lainnya yang biasa dilakukan di kelas biasa. Namun, keunggulannya, semua hal ini sekarang bisa dilakukan kapanpun dari manapun di seluruh dunia, hanya dengan koneksi internet. Waktu pun tidak jadi masalah lagi, seseorang bisa mengambil sebuah kelas online dengan mencocokkan jadwalnya sendiri, sesuai dengan waktu luangnya, karena kelas virtual selalu disitu, aktif 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Anda bisa mengikuti kelas tentang bisnis ekonomi dimalam hari sebelum Anda tidur, atau belajar bahasa Inggris di hari minggu pagi. Inilah kelebihan lain kelas virtual dibanding kelas biasa.

Teknologi Untuk Pendidikan Virtual
Pada dasarnya, mudah untuk dimengerti kenapa belajar online lebih nyaman dan telah menjadi pilihan. Sebelumnya, kita harus berangkat ke kampus atau sekolah, membuat catatan dan kemudian belajar lagi dirumah. Selanjutnya berkembang, kita belajar dengan powerpoint presentation, penggunaan komputer lebih lanjut, dan pemanfaatan internet untuk sumber informasi. Idealnya, kenapa tidak menggabungkan kedua hal ini agar semua bisa lebih mudah? Inilah yang ditawarkan oleh pendidikan virtual, dan hal ini juga yang menjadi alasan kenapa belajar online menjadi populer belakangan ini.
Teknologi pun terus maju pesat. Setiap saat selalu berevolusi dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih bagi para pengguna pendidikan online. Sebagai contoh, sekarang seorang murid bisa merekam perkuliahan online-nya untuk diakses dikemudian hari, powerpoint presentation bisa diubah ke podcasts dan di transfer ke iPod, dan kemudahan kemudahan lainnya.

Pendidikan di Dunia Cyber Solusi Beberapa Masalah
Dunia pendidikan online telah membuat proses belajar menjadi proses yang lebih menarik, kaya akan peluang, keleluasaan dan kenyamanan. Biayapun bukan menjadi masalah lagi dengan begitu banyaknya platform, organisasi dan individual yang peduli akan hal ini dengan memeberikan tool dan layanan gratis. Biaya perjalanan pun bukan merupakan sebuah isu lagi, karena yang dibutuhkan hanyalah computer dengan koneksi internet.

Bisnis eLearning ditahun 2010
Sekarang, mari kita lihat hal ini dari segi bisnis. Disadur dari sebuah artikel di thejournal.com, San Jose, peneliti pasar di Global Industry Analysts, sebuah organisasi yang berbasis di California, AS, menyebutkan bahwa rancangan pasar global eLearning akan bernilai $ 52.6 miliar pada tahun 2010. Serta dalam eLearning: A Global Strategic Business Report, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut, ditahun 2007 saja, industry pendidikan online di AS sudah bernilai $ 17.5 juta. Dalam laporan itu juga diperkirakan bahwa pengguna eLearning di Asia diharapkan akan mencapai pertumbuhan tahunan dari 25 persen menjadi 30 persen ditahun 2010, dan ditargetkan seluruh dunia akan mencapai antara 15 persen dan 30 persen. Dilihat dari laporan ini, sudah dapat diperkirakan bagaimana berkembangnya nanti pendidikan online di dunia dalam beberapa tahun mendatang ini.

Antara Pelajar dan Pengajar
Namun, terlepas dari semua peluang dan perkembangan ini, semua akan berbalik lagi pada masyarakatnya. Dibutuhkan keinginan dan ketertarikan pelajar untuk mulai memanfaatkan teknologi untuk belajar online, dan kemampuan para pengajar untuk beradapatasi dengan perkembangan teknologi, sehingganya pendidikan online akan terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Dimana Posisi Indonesia?
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, perkembangan internet di Indonesia sudah cukup menggembirakan. Jika kita bandingkan pengguna internet di tahun 2000 dengan tahun 2008, sudah sangat jauh berbeda. Hal ini semestinya bisa menjadi peluang untuk lebih mempopulerkan pendidikan online. Mari kita ambil perbandingan dengan negara lain, India. Belakangan India telah menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di Asia. Kemajuan dibidang teknologi sangatlah pesat di negara ini, begitupun dengan perkembangan pendidikan online-nya. Mari kita ambil contoh lagi dengan WiZiQ, salah satu platform penyedia kelas virtual gratis. India adalah pengguna WiZiQ terbanyak di dunia, diikuti oleh AS. Indonesia? Berada pada angka 27 (dari google analytics, per 21 November 2008). Ini baru dilihat dari satu penyedia kelas online. Namun, diikuti dengan kemauan dan kepedulian semua pihak, angka ini tentunya akan bisa manjadi lebih baik, dan pendidikan online di Indonesia akan menjadi lebih popular dan terus berkembang.

Alfajri Alwis

WiZiQ Indonesia

Tags: , , ,

Related posts